Follow Me 
  

MANFAAT LIDAH BUAYA

Manfaat lidah buaya sudah dikenal sejak lama di Mesir Kuno dan mereka menyebutnya sebagai tanaman keabadian pada masa tersebut. Penggunaan tumbuhan lidah buaya lebih mengarah kepada pengobatan dan juga merupakan obat yang paling baik untuk mengobati kulit yang terbakar oleh sinar matahari. Tumbuhan Lidah buaya merupakan tanaman kaktus milik keluarga Liliaceae yang tumbuh di daerah beriklim kering seperti yang ditemukan di beberapa bagian Afrika dan India dan telah digunakan selama berabad – abad sebagai obat .
Manfaat lidah buaya banyak sekali. Dari menyehatkan rambut, gigi, melembabkan kulit, sampai mengobati luka, semua bisa. Kunci khasiatnya pada Aloe vera alias lidah buaya ini ada pada daging daunnya yang berbentuk gel bening. Selain banyak mengandung air, 'air liur' lidah buaya ini menyimpan beragam zat biologis aktif. Di antaranya anthraquinon yang memiliki efek laksatif (merangsang kerja usus), polysaccharida yang dikenal dengan acetylated mannose atau acemann (golongan karbohidrat yang bermanfaat untuk imunitas, penyembuhan luka dan antiviral, serta kanker pada hewan).
Berikut adalah manfaat lidah buaya yang bisa kita gunakan dalam perawatan sehari-hari secara alami tanpa efek samping,
1 . Untuk mengobati kulit yang terbakar akibat sengatan matahari. Hanya dengan pengolesan, lidah buaya membantu mempercepat penyembuhan luka bakar dan luka superfisial, terbakar sinar matahari, radang dingin, luka akibat radiasi, beberapa jenis dermatitis (radang kulit), psoriasis, luka teriris, gigitan serangga, alergi tumbuhan, bisul, lecet, dan masalah dermatologis lainnya. Tapi sebaiknya tidak digunakan pada luka dalam atau luka operasi. Jika dioleskan ke kulit yang luka atau terbakar, Aloe vera menggantikan cairan tanpa menghentikan proses oksigenasi, mempercepat penyembuhan, dan meminimalkan bekas luka.
2 . Sebagai pelembab alami bagi kulit yang kering tanpa meninggalkan rasa lengket dan berminyak. Selain itu tumbuhan lidah buaya juga membuat wajah seseorang cerah secara alami.
3 . Membantu mencegah serta mengobati jerawat, terutama jerawat merah yang besar dan meradang.
4 . Sebagai bahan anti penuaan dini karena mengandung sejumlah besar antioksidan termasuk , beta karoten , vitamin C dan E yang dapat membantu meningkatkan kekencangan alami kulit dan menjaga kulit terhidrasi .
5 . Mengurangi visibilitas stretch mark. Lidah buaya juga diketahui sangat baik dalam mengurangi stretch mark di sekitar tubuh anda karena kemampuannya dalam menjaga elastisitas kulit.
6. Aloe veranya dikenal mampu mengatasi rambut kusam, rapuh, rontok, dan ketombe. Bahkan, orang tua jaman dahulu juga menggunakan aloe vera untuk menyuburkan rambut.
7. Tumbuhan ini bermanfaat mengembalikan kelembapan dan elastisitas kulit serta menguatkan kuku. Komposisi aktif, keseimbangan pH, serta kandungan asam amino dalam Aloe vera mengembalikan elastisitas kulit, meremajakan kembali epidermis, dan memperkuat kuku. 
8. Untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi, gunakan mouth wash dan pasta gigi berbahan dasar Aloe vera.




(dari berbagai sumber)

TEKNIK MENGGAMBAR BENTUK

Teknik Menggambar Bentuk - Menggambar (Inggris: drawing) merupakan salah satu bagian dari unsur-unsur seni rupa. Menggambar adalah kegiatan kegiatan membentuk imaji, dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat. Bisa pula berarti membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar.
Kebanyakan karya dengan cara menggambar adalah representasi dari ingatan atau imajinasi seorang
juru gambar. Subjek ini bisa berupa tampilan realistis dalam kehidupan sehari-hari seperti potret,
setengah realistis seperti karya-karya sketsa, atau yang benar-benar mementingkan gaya gambar seperti kartun, karikatur, atau gambar abstrak.
Dalam menggambar bentuk ada beberapa teknik antara lain :
1. TEKNIK ARSIR
Teknik mengambar arsir lebih menekankan pada kekauatan garis (stroke). Dilakukan berulang-ulang secara sejajar maupun tumpang berpotongan, hal ini dilakukan untuk memberikan kesan gelap. Atau dapat dilakukan secara sejajar dengan memperhatikan kerapatannya saja, apabila dilakukan dengan rapat menyebabkan kesan gelap dan sebaliknya. Atau menggunakan tekanan yang ringan dan kuat dilakukan secara diulang-ulang. Alat yang digunakan biasanya pensil, spidol, crayon, konte, kapur, arang,dan lain-lain.
2. TEKNIK DUSSEL (GOSOK)
Teknik menggambar ini menggunakan bantuan kapas atau alat khusus yang berupa gulungan kertas (bentuknya mirip pensil), bahkan jari-jari kitapun dapat digunakan untuk teknik menggambar yang satu ini. Pada teknik ini stroke/garis akan dihilangkan atau dihaluskan dengan cara digosok-gosok (dusel). Yang paling cocok untuk teknik menggambar ini adalah menggunakan jenis pensil yang lunak ( 2B ke atas) atau konte dan krayon.
3. TEKNIK BLOK (silhouette)
Teknik menggambar ini memang jarang kita jumpai sehingga tampak seperti sesuatu yang baru. Teknik ini lebih menekankan pada perwujudan karakter objek. Dengan hanya melihat silhuetnya saja kita bisa menebak bentuk dari objek tersebut.
4. TEKNIK TITIK (POINTILISME )
Teknik menggambar ini menitikberatkan pada penggunaan titik (dot) untuk membentuk gambar. barangkali ada yang bertanya berapa banyak titik harus dibuat? Ya jawabnya tergantubg dari besar kecilnya gambar serta ditailnya. Penyusunan titik-titik yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan titik. Kerapatan penyusunan titik-titik adalah untuk menentukan gelap terang dari suatu objek agar tampak
pejal (kesan tiga dimensional).
5. TEHNIK  AQUAREL (TRANSPARAN)
Teknik menggambar ini menggunakan media basah agar supaya menghasilkan warna yang transparan. Paling cocok menggunakan media cat air, cat acrylik, dsb. Kertas gambar sebelum dilakukna proses menggambar paling bagus yang harus dibasahi agar cat cepat menyebar. Atau dibuat lembab. Alat yang cocok adalah menggunakan kuas. Dilakukan secara berulang-ulang dan menumpuk agar menghasilkan warna tua atau gelap. Teknik menggambar yang satu ini memang membutuhkan kemampuan khusus dalam penguasaan alat kuas. Gambar dari teknik ini memiliki karakter khusus dan karena bahan warnanya cat air maka warna yang dihasilkan memeng tampak cemerlang kalau dibandingkan crayon

Itulah beberapa teknik menggambar bentuk, bermanfaat...

(dari berbagai sumber)

PENTINGNYA TEST KESEHATAN PRA MENIKAH


Pentingnya Test Kesehatan Pra Menikah - Menikah adalah satu momen yang tak hanya membahagiakan tapi juga merupakan fase akhir dalam sebuah hubungan bagi tiap pasangan yang telah menemukan belahan jiwanya. Jauh-jauh hari sebelumnya, kita harus mempersiapkan hari bersejarah itu, demi momen istimewa yang patut dikenang seumur hidup. Salah satunya, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pra nikah.
Jika dalam istilah menikah itu harus dipersiapkan lahir batin, yang juga harus diperhatikan dan dimasukkan ke dalam list pra-nikah adalah persiapan kesehatan pasangan. Tidak hanya sehat secara fisik yang harus diperhatikan namun juga sehat menurut definisi yang luas. Berdasarkan definisi sehat menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh dan tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan. Jadi kesehatan pasangan pra nikah penting sekali untuk mendukung tercapainya pernikahan yang langgeng sampai hari tua. Pernikahan yang bisa saling mengisi dan beradaptasi, bisa mengatasi masalah yang dihadapinya dengan bijaksana dan dewasa.
Namun, masih banyak pasangan di Indonesia yang menganggap bahwa pemeriksaan kesehatan sebelum menikah tidaklah penting. Padahal pemeriksaan ini sangat diperlukan mengetahui kesehatan reproduksi kedua belah pihak, untuk mengetahui kesiapan masing-masing untuk mempunyai anak. Selain itu juga sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit menular seksual, sampai penyebaran HIV/AIDS.
Lalu kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pra nikah?
Pada dasarnya pemeriksaan kesehatan pra nikah dapat dilakukan kapanpun, namun waktu yang tepat adalah enam bulan sebelum menjelang hari pernikahan. Oleh karena itulah, alangkah baiknya apabila kedua calon mempelai dapat mengetahui kondisi kesehatan pasangan masing-masing, jauh-jauh sebelum menikah. Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan masalah, dokter akan segera melakukan tindakan pengobatan pada calon mempelai untuk meminimalkan risiko lebih lanjut yang mungkin timbul.
Tes kesehatan pra nikah dapat dilakukan kapanpun selama pernikahan belum berlangsung. Namun, idealnya tes kesehatan pra nikah dilakukan enam bulan sebelum dilakukan pernikahan. Jika pada saat pengecekan ternyata ditemui ada masalah maka pengobatan dapat dilakukan setelah menikah.
Berikut ini beberapa tes kesehatan pra nikah yang biasa dilakukan:
1. Hematologi rutin
Berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada jumlah sel darah pada kedua calon mempelai.
2. Urine rutin, bermanfaat untuk memeriksa ada tidaknya infeksi saluran kemih dan kondisi ginjal.
3. Golongan darah, berguna untuk mengetahui golongan darah dan rhesus (+ atau -) kedua calon pengantin.
4. Gula darah puasa, biasanya untuk memeriksa gula darah, seseorang dianjurkan untuk berpuasa terlebih dulu, hal ini bertujuan untuk mengamati kadar gula darah dalam tubuh.
5. HBsAG (singkatan dari Hepatitis B Surface Antigen), untuk menunjukkan penyakit hepatitis B.
6. VDRL (Venereal Disease Research Laboratory), berfungsi untuk mengetahui penyakit yang berhubungan dengan kelamin seperti sipilis atau raja singa.
7. Gambaran darah tepi, bertujuan untuk mengetahui bentuk sel darah kedua pasangan.
8. TORCH (Toxoplasma gondii (toxo), Rubella, Cyto Megalo Virus (CMV), Herpes Simplex Virus (HSV) dan lain-lain), berfungsi untuk menguji adanya infeksi penyakit yang bisa menyebabkan gangguan pada kesubuaran pria maupun wanita. Tubuh yang terinfeksi TORCH dapat mengakibatkan cacat atau gangguan janin dalam kandungan.


(dari berbagai sumber)





























1. Infeksi Saluran Reproduksi/Infeksi Menular Seksual (ISR/IMS)
Tes kesehatan untuk menghindari adanya penularan penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual, seperti sifilis, gonorrhea, Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan penyakit hepatitis. Perempuan sebenarnya lebih rentan terkena penyakit kelamin daripada pria. Karena alat kelamin perempuan berbentuk V yang seakan “menampung” virus. Sedangkan alat kelamin pria tidak bersifat “menampung” dan bisa langsung dibersihkan. Jika salah satu pasangan menderita ISR/IMS, sebelum menikah harus diobati dulu sampai sembuh. Selain itu, jika misalnya seorang pria mengidap hepatitis B dan akan menikah, calon istrinya harus dibuat memiliki kekebalan terhadap penyakit hepatitis B tersebut. Caranya, dengan imunisasi hepatitis B. Jika sang pasangan belum sembuh dari penyakit kelamin dan akan tetap menikah, meskipun tidak menjamin 100 persen namun penggunaan kondom sangat dianjurkan.

2. Rhesus yang bersilangan
Kebanyakan bangsa Asia memiliki Rhesus positif, sedangkan bangsa Eropa rata-rata negatif. Terkadang, pasangan suami-isteri tidak tahu Rhesus darah pasangan masing-masing. Padahal, jika Rhesusnya bersilangan, bisa mempengaruhi kualitas keturunan. Jika seorang perempuan (Reshus negatif) menikah dengan laki-laki (Rhesus positif), bayi pertamanya memiliki kemungkinan untuk ber-Rhesus negatif atau positif. Jika bayi mempunyai Rhesus negatif, tidak ada masalah. Tetapi, jika ia ber-Rhesus positif, masalah mungkin timbul pada kehamilan berikutnya. Bila ternyata kehamilan yang kedua merupakan janin yang ber-Rhesus positif, kehamilan ini berbahaya. Karena antibodi antirhesus dari ibu dapat memasuki sel darah merah janin. Sebaliknya, tidak masalah jika si perempuan ber-Rhesus positif dan si pria negatif.
3. Penyakit keturunan
Tes kesehatan pra nikah bisa mendeteksi kemungkinan penyakit yang bisa diturunkan secara genetik kepada anak, semisal albino. Misalnya suami membawa sifat albino tetapi istrinya tidak, maka anak yang lahir tidak jadi albino. Sebaliknya, jika istrinya juga membawa sifat albino, maka anaknya pasti albino.Jika bertemu dengan pasangan yang sama-sama membawa sifat ini, pernikahan tidak harus dihentikan. Hanya saja perlu disepakati ingin punya anak atau tidak. Kalau masih ingin punya anak, ya risikonya nanti si anak jadi albino. Atau memilih tidak punya anak. Pernikahan tidak harus tertunda dengan halangan seperti ini. Yang penting adalah solusi atau pencegahannya.
4. Cek Kesuburan (Fertilitas)
Jika pasangan ingin segera punya anak, perlu menjalani konseling pra nikah. Dalam hal ini dilakukan pemeriksaan dengan tujuan agar kehamilan bisa dipersiapkan dan dijalankan dengan baik. Dibutuhkan riwayat kesehatan dan kondisi sosialnya. Antara lain status ekonomi (bekerja atau tidak bekerja) dan suasana di lingkungan keluarga. Termasuk perilaku-perilaku yang tidak mendukung kehamilan, semisal merokok, minuman beralkohol, dan memakai obat-obatan psikotoprika.Selain itu, perlu juga dievaluasi risiko yang bersifat individual yang mungkin timbul terhadap kehamilan. Antara lain usia (masih reproduktif atau tidak), kondisi nutrisi, aktivitas fisik, level pendidikan, level stres, dan bagaimana hubungan dengan pasangan.

ISTILAH - ISTILAH DALAM MUSIK

Di dalam dunia musik, seringkali kita menemukan banyak istilah –istilah asing yang (mungkin) terdengar  sedikit “aneh” dan sulit diucapkan. Sehingga kita menjadi bingung, apa maksud & arti dari istilah – istilah tersebut. Padahal, istilah – istilah tersebut sangatlah penting di dalam dunia musik. Bagi para musisi, istilah – istilah tersebut wajib diketahui & diingat. Bahkan ada beberapa istilah yang wajib mereka praktekan, bukan hanya sekedar tahu & ingat saja.
Berikut ini adalah beberapa istilah – istilah dalam musik :
Tabel berikut adalah istilah-istilah yang sering digunakan dalam musik.
A.
Absolute pitch             : Pendengaran terlatih yang dapat mengetahui dan mengidentifikasikan nada.
Acapella                      : Musik vokal tampa diiringi instrument.
Accelerando               : Mempercepat tempo.
Accidentals                : Tanda-tanda untuk menaikan dan menurunkan nada.
Accompaniment        : Musik pengiring.
Ad lib (Ad libitium ) : Peluang yang diberikan kepada pemain instrument untuk memainkan     instrument mereka secara bebas.
Al fine                        : Sampai akhir.
Alto                            : Suara rendah pada wanita.
Analog                       : Alat elektronik yang tidak digital.
Arpegio                     : Uraian nada-nada dari chord yang berurutan naik dan turun.
A tempo                     : Kembali ke tempo awal.
Atonality                   : Membaikan kunci atau tonal center.
Augmented               : Interval yang di perlebar.

B.
Bacbeat                    : Latar belakang irama/ ritme yang stabil.
Ballad                       : Lagu bercerita ; Lagu yang berirama lambat.
Bar                            : Pengelompokan ketukan-ketukan dalam hitungan genap atau ganjil.
Bar line                     : Garis vertical pemisah yang membatasi antara bar.
Baritone                    : Pertengahan suara antara suara tenor dan bass pada vokal pria atau alat musik.
Bass                           : Suara terendah dari vokal pria ; Nada terendah pada musik.
Beat                           : Ketukan teratur sebagai pedoman meter- ritme- dan tempo ; Jenis irama musik- seperti Latin beat, Rock beat, dll.
Bending note             : Nada yang meliuk ( ciri khas dari musik blues ).
Brass section             : Kelompok pemain Brass bagian dari band.
Bridge                        : Bagian transisi antara dua tema musik.
Brightly                     : Dimainkan dengan gembira.
Broken chord            : Arpegio chord yang dimainkan secara tidak beraturan.

C
Cadenza                    : Pemeragaan kemahiran tehknik bermain (improvisasi) oleh solis pada bagian akhir komposisi musik.
Changes                   : Pergerakan shord.
Chord                       : Harmonisasi tiga nada atau lebih.
Chord embellishment : Memperindah harmoni dengan penambahan ornamentasi nada pada chord.
Chordal tones          : Nada-nada yang terdapat di dalam konstruksi chord.
Chromatic                : Susunan / penggunaan melodic atau harmonik dari 12 nada.
Clef                           : Simbol yang menyatakan wilayah nada-nada pada staff, di sesuaikan dengan kebutuhan dan alat musik.
Coda                         : Bagian penutup dari musik.
Common time          : Empat ketukan dalam satu bar.
Crescendo                : Suara menjadi keras secara bertahap.
Da capo ( D.C )        : Tanda yang menunjukan untuk mulai untuk memulai dari awal.
Diatonic                    : Berkenaan dengan tujuh major atau minor scale.
Diminished               : Interval diperpendek.
Dissonance               : Bunyi yang membuat rasa galau pada pendengaran.
Dominant                 : Nada ke lima pada major / minor scale dan jenis chord yang terbentuk pada nada tersebut.
Duet/ duo                 : Komposisi yang menampilkan dua pemain.
Duplet                      : Tiga ketuk dibagi dua dengan nilai tempo yang sama .
Dynamic                   : Berkenaan dengan volume dan kelembutan.

C.
Encore (More)         : Istilah meminta pemain/ penyanyi untuk menambah lagi pergelarannya.
Enharmonics           : Satu nada dengan nama yang berbeda.
Ensemble                 : Kelompok pemain.

F.
Falsetto                   : Suara tinggi vokal yang tidak umum.
Fermata                  : Menahan nada/ chord / rest
Figured bass           : Pola / bagian bass.
Finale                      : Tema penutup.
Fingerboard           : Tangkai ber-senar untuk jari pada instrument ber-string.
Fine (ending)          : Akhir dari komposisi.

G.
Glissando (gliss)      : Memainkan scale pada paino dengan kecepatan tinggi.
Grance note             : Ornament nada yang singkat dan tidak memerlukan hitungan khusus.

H.
Half-step                  : Jarak interval setengah nada.
Harmony                 : Tentang perpaduan bunyi yang selaras.
Head                         : Melodi lagu.
Horn section (brass section) : Kelompok pemain alat tiup pada band.

I
Interval                     : Jarak antara dua nada.
Inversion                  : Nada pada chord / interval yang dipindahkan ke oktaf atas atau bawah, atau susunan interval / chord terbalik.

J.
Jam session             : Bermain musik dalam kelompok secara informal / tidak resmi.

K.
Key signature         : Tanda accidentals pada permulaan staff untuk menentukan kunci.

L.
Leading tone           : Nada ketujuh pada diatonic scale.
Legato                      : Nada-nada dimainkan yang bersambung dengan tanda garis lengkung.
Ledger line              : Garis Bantu di atas dan di bawah staff.
Licks                        : Phrasing singkat atau klise phrasing yang dapat diidentifikasikan.

M.
Measure                   : Hitungan pada sekelompok ketukan.
Mediant                   : Nada ke tiga pada major atau minoe scale.
Metronome             : Alat yang menyatakan / membunyikan jumlah ketukan per-menit.
Microtone               : Jarak lebih kecim dari setengah nada ( half step ).
Moderately             : Dimainkan dengan kecepatan sedang (moderato).
Modulation             : Perubahan kunci.
Motif                        : Melodi singkat yang sangat khas.

N.
Note                         : Simbol tertulis untuk nada.

O.
Octave                    : Interval ke delapan dari diatonic scale.
Overtone                : Nada tambahan yang menyertai nada nada biasa- bias any terdapat di atas
                                  sebuah nada.
Overtone series      : Serangkaian nada-nada overtone.

P.
Part                            : - Bagian dari komposisi musik.
  - Bagian dari sebuah instrument tertentu- missal guitar pasrts ( body, neck,
    head, tuning, dll…)
Pedal point                 : Nada bass yang ditahan, sementara harmoni berubah untuk menciptakan
                                       tensi.
Pentatonic                  : Scale yang terdiri dari lima nada.
Perfecth pitch            : Bakat pendengaran yang sempurna- sehingga dapat mengidentifikasikan atau
                                      mengetahui frekuensi suara.
Phrase                         : Melodi singkat yang terbentuk dari beberapa motif.
Pitch                            : Tinggi rendahnya nada atau suara.

Q.
Quarduplet                 : Ketukan di bagi empat tuplet.
Quartet                        : Kelompok empat pemain.
Quintet                         : Kelompok lima pemain.
Quintuplet                   : Ketukan di bagi dengan lima ketuk.

R.
Refrain                           : Bagian dari komposisi lagu yang di ulang beberapa kali.
Resolution                      : Pergerakan dari chord dissonance ke consonance.
Rest                                : Tanda istirahat – semua instrument musik tidak di mainkan .

Rhythm                          : Struktur musik yang berhubungan dengan ketukan tempo dan ketukan yang
                                          menyatakan fell atau penjiwaan sebuah lagu.
Rhythm sections            : Kelompok pemain instrument yang merupakan bagian dari band. Rhythm
                                           section terdiri dari Guitar, Bass, Drum, dan Keyboard / piano.
Riff                                  : Phrasing pendek yang di ulang-ulang.
Ritardando                     : Kecepatan yang di perlambat secara bertahap.
Root                                 : Nada pertama scale atau nada dasar chord.
Rubato                             : Tehknik memainkan melodi tampa mematuhi nilai nada-nada agar dapat
                                            bermain dengan penuh perasaan.
Rushing                           : Tempo permainan yang terburu-buru dan mendahului.

S.
Scat-singing                 : Vokal dengan menggunakan kata-kata yang tidak bermagna.
Score                            : Notasi musik yang menjaqvarkan aransemen musik secara keseluruhan ( full
                                        score ), dapat juga dalam bentuk vocal score atau orchestral score.
Semi-tone (mikro tone): Frekwensi di antara interval half step.
Septet                            : Kelompok tujuh pemain.
Septuplet                      : Ketukan dibagi tujuh tuplet.
Sextuplet                      : Ketukan di bagi enam tuplet.
Sharp                           : Tanda untuk menaikan nada half-step.
Shuffle                          : Irama Rock dengan fell Swing.
Slide (bending note)    : Nada yang di belokan atau bergeser.
Slowly                           : Di mainkan dengan kecepatan lambat.
Slur                             : Garis lengkung yang menyatakan agar beberapa nada dapat dimainkan secara
                                       bersambung, atau sering juga di sebut Legato.
Solo                               : Komposisi untuk seorang pemain, sendiri atau diiringi .
Soprano                        : Vokal wanita atau sebutan bagi alat musik dengan wilayah yang tinggi.
Staccato                        : Nada pendek terputus, kebalikan dari Legato.
Staff                               : Lima garis sejajar untuk menulis nada.
Step & half                   : Jarak interval satu-setengah nada.
Subdominant               : Nada ke empat pada diatonic nada.
Submediant                  : Nada ke enam pada diatonic scale.
Supertonic                    : Nada ke dua pada diatonic.
Suspension                    : Non-chordal tone yang ditahan dari nada sebelumnya.
Syncopation                  : Irama yang ditandai dengan aksen-aksen kuat pada nada-nada yang
                                          semestinya ber-aksen lemah.

T.
Tempo                        : Kecepatan ketukan.
Tenor                         : Wilayah tertinggi pada vokal pria.
Tetrachord                : Hubungan / urutan empat nada konsekutif ( tersusun) dari dua scale.
Timbre                       : Kualitas atau warna suara / nada .
Time signature          : Bilangan pecahan pada permulaan staff.
Tonality                      : Menyatakan bunyi atau warna suara.
Tone                            : Bunyi nada.
Tonic                           : - Nada dasar dari komposisi musik.
  - Nada pertama dari scale.
Tonging                      : Pengaturan posisi lidah pada alat musik tiup.
Transcription            : Musik yang tertulis atau di sebut juga sheet music.
Transposition            : Menulis kembali atau memainkan musik dengan mengubah tingkat nadanya.
Tremolo                     : Tehknik memainkan perulangan nada dengan sangat cepat.
Triad                          : Chord tiga nada.
Trill                            : Perulangan cepat dari sebuah nada yang diselingi dengan nada terdekat
                                      diatasnya.
Trio                            : Kelompok tiga pemain.
Triple time                : Pembagian tempo ke dalam tiga ketukan.
Triplet                       : Satu ketuk atau ketukan genap yang di bagi tiga dengan nilai yang sama rata .
Tune                          : - Lagu atau melodi.
- Harmonis atau selaras ( in tune ).
Tuner                        : Alat untuk menyelaraskan nada.
Tunning fork (garpu tala): Batang yang terbuat dari logam dan berbentuk huruf ‘U’  bertangkai                                               untuk menala nada.
Tutti                             : Semua pemain memainkan hal yang sama.

U.
Unison                       : Nada yang sama dimainkan oleh dua pemain atau lebih.
Up beat                      : - Ketukan yang berada di atasa hitungan.
  - Gerak tangan dirigen ke atas.
Upright piano           : Jenis piano dengan senar-senar terentangkan berdiri tegak.

V.
Vibrato                     : Nada yang bergetar / tehknik menggetarkan nada.

W.
Waltz                        : Ketukan tiga perempat.

Y.
Yodel                        : Tehknik menyanyi diselingi dengan suara-suara falsetto (ciri khas musik
                                    country western).


 

Designed by Isdaryanto | Indexed by Google, Yahoo and Bing